Selasa, 19 Januari 2016



Kerajinan dari limbah tekstil
http://kertaseni.blogspot.co.id/2013/11/materi-prakarya-dan-kewirausahaan-kelas.html

Senin, 02 Maret 2015

SEJARAH INTERNET


Uni soviet th 1957 meluncurkan satlit sputnik.USA merasa terancam pertahanannya.maka dibentuk badan(AVANCED RESEARCH PROJECTS AGENCE/ARPA),dibawah departemen pertahanan/departemen of defense(DoD).tahun 1969 DoD ARPA membangun mata rantai komunikasi antara DoD dengan militer yang disebut ARPANET dengan tujuan membuat suatu jaringan komputer yang tersebar dan menghindari pemusatan di suatu titik.
Pada awalnya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu :
-stanford research institute(SRI)
-university of california at santa barbara(UCSB)
-universityb of california at los angeles(UCLA)
-university of utah
Th 1970,sudah 10 komputer berhasil dihubungkan satu sama dengan lainnya sehingga saling berkomunikasi dan membentuk jaringan.th 1972,Roy Tomlinson menyempurnakan program e-mail untuk ARPANET ikon dalam bentuk
@ diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”.
 
Th 1973 jaringan kompuer ARPANET dikembangkan keluar USA.komputer university college di London merupakan komputer perrtama yang berada diluar USA yang menjadi anggota ARPANET.26 maret 1976 ratu inggris berhasil mengirimkan e-mail dari royal signals and radar estabilishment di malvem.setahun kemudian sudah lebih dari 100 komputer bergabung di ARPANET membentuk jaringan atau network.
Th 1979,tom trusscott,jim ellis,dan steve bellovin menciptakan newsgroupspertama yang diberinama USENET.th 1981 france mencitakan telepon tetevisi pertama(menelepon sambil berhubungan dengan video link)
 Karena komputer yang membentuk jaringan semakin lama semakin banyak,maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan.th 1982 dibentuk transmission control protocol(TCP)dan internet protocol(IP).dikenal di eropa,muncul jaringan komputer EUNET,yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara separti,belanda,inggris,denmark,dan swedia.

Minggu, 01 Maret 2015

biografi kevin lukas

Kevin Lukas

Oke ini dia Biodata Kevin Lukas Lengkap:

• Nama Lengkap        : Kevin Lukas
• Nama Panggilan      : Kevin , Luke
• TTL                         : Jakarta, 4 September 1993
• Zodiak                     : Virgo
• Agama                     : Kristen
• Hobby                     : Traveling
• Olahraga Favorit     : Sepak bola dan futsal
• Makanan Favorit     : Pizza dan gado-gado
• Minuman Favorit      : Milkshake strawberry,jus tomat
• Artis Favorit            : Justin Bieber,last child dan 1D
• Kartun Favorit         : Tom and Jerry dan Avatar
• Anak Ke                  : 4 dari 5 bersaudara
• Tidak Suka             : Coklat
• Berat Badan            : 62 kg
• Tinggi Badan           : 180 cm
• Twitter                     : @kevinlukeee
• Facebook               : Kevin Luke
• Nama Fansclub       : LUKEERS


Sinetron yang pernah ia bintangi antara lain :
-Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu
-Cinta Cewek SMA
-Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu part 2
-Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu part 3
-Super ABG


Profil Kevin Lukas, Cowok yang baru genap berusia 20th bulan September kemarin ini memang banyak disukai remaja putri khususnya. Awal mula Kevin Lukas menjejaki dunia hiburan adalah saat dia berhasil menjadi juara 2 COVERBOY Aneka Yess tahun 2011. Nah dari situ kemudian jalan Kevin  di dunia hiburan mulai terbuka. Dan akhirnya wajah cutenya muncul di sinetron Putih Abu-Abu The Series.

Sabtu, 28 Februari 2015

Ciri-Ciri Sekolah yang Melaksanakan Pembelajaran Aktif



Pembelajaran Aktif merupakan sebuah konsep pembelajaran yang dipandang sesuai dengan tuntutan pembelajaran mutakhir. Oleh karena itu, setiap sekolah seyogyanya dapat mengimplementasikan dan mengembangkan pembelajaran aktif ini dengan sebaik mungkin. Dengan merujuk pada gagasan dari Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas (2010), berikut ini disajikan sejumlah indikator atau ciri-ciri sekolah yang telah melaksanakan proses pembelajaran aktif ditinjau dari aspek: (a) ekspektasi sekolah, kreativitas, dan inovasi; (b) sumber daya manusia; (c) lingkungan, fasilitas, dan sumber belajar; dan (d) proses belajar-mengajar dan penilaian.


A. EKSPEKTASI SEKOLAH, KREATIVITAS, DAN INOVASI

Prestasi belajar peserta didik lebih ditekankan pada ”menghasilkan” daripada ”memahami”.
Sekolah menyelenggarakan ajang ‘kompetisi’ yang mendidik dan sehat.
Sekolah ramah lingkungan (misalnya; ada tanaman atau pohon, po bunga, tempat sampah)
Lebih baik lagi jika terdapat produk/karya peserta didik yang mempunyai nilai artistik dan ekonomis/kapital untuk dijual.
Lebih baik jika ada pameran karya peserta didik dalam kurun waktu tertentu, misalnya sekali dalam satu tahun.
Karya peserta didik lebih dominan daripada pemasangan beragam atribut sekolah.
Kehidupan sekolah terasa lebih ramai, ceria, dan riang.
Sekolah rapi, bersih, dan teratur.
Komunitas sekolah santun, disiplin, dan ramah.
Animo masuk ke sekolah itu makin meningkat.
Sekolah menerapkan seleksi khusus untuk menerima peserta didik baru.
Ada forum penyaluran keluhan peserta didik.
Iklim sekolah lebih demokratis.
Diselenggarakan lomba-lomba antarkelas secara berkala dan di tingkat pendidikan menengah ada lomba karya ilmiah peserta didik.
Ada program kunjungan ke sumber belajar di masyarakat.
Kegiatan belajar pada silabus dan RPP menekankan keterlibatan peserta didik secara aktif.
Peserta didik mengetahui dan dapat menjelaskan tentang lingkungan sekolah (misalnya, nama guru, nama kepala sekolah, dan hal-hal umum di sekolah itu).
Ada program pelatihan internal guru (inhouse training) secara rutin.
Ada forum diskusi atau musyawarah antara kepala sekolah dan guru maupun tenaga kependidikan lainnya secara rutin.
Ada program tukar pendapat, diskusi atau musyawarah dengan mitra dari berbagai pihak yang terkait (stakeholders).

B. SUMBER DAYA MANUSIA

Kepala sekolah peduli dan menyediakan waktu untuk menerima keluhan dan saran dari peserta didik maupun guru.
Kepala sekolah terbuka dalam manajemen, terutama manajemen keuangan kepada guru dan orang tua/komite sekolah.
Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar.
Guru mengenal baik nama-nama peserta didik.
Guru terbuka kepada peserta didik dalam hal penilaian.
Sikap guru ramah dan murah senyum kepada peserta didik, dan tidak ada kekerasan fisik dan verbal kepada peserta didik.
Guru selalu berusaha mencari gagasan baru dalam mengelola kelas dan mengembangkan kegiatan belajar.
Guru menunjukkan sikap kasih sayang kepada peserta didik.
Peserta didik banyak melakukan observasi di lingkungan sekitar dan terkadang belajar di luar kelas.
Peserta didik berani bertanya kepada guru.
Peserta didik berani dalam mengemukakan pendapat.
Peserta didik tidak takut berkomunikasi dengan guru.
Para peserta didik bekerja sama tanpa memandang perbedaan suku, ras, golongan, dan agama.
Peserta didik tidak takut kepada kepala sekolah.
Peserta didik senang membaca di perpustakaan dan ada perilaku cenderung berebut ingin membaca buku bila datang mobil perpustakaan keliling.
Potensi peserta didik lebih tergali serta minat dan bakat peserta didik lebih mudah terdeteksi.
Ekspresi peserta didik tampak senang dalam proses belajar.
Peserta didik sering mengemukakan gagasan dalam proses belajar.
Perhatian peserta didik tidak mudah teralihkan kepada orang/tamu yang datang ke sekolah.

C. LINGKUNGAN, FASILITAS, DAN SUMBER BELAJAR

Sumber belajar di lingkungan sekolah dimanfaatkan peserta didik untuk belajar.
Terdapat majalah dinding yang dikelola peserta didik yang secara berkala diganti dengan karya peserta didik yang baru.
Di ruang kepala sekolah dan guru terdapat pajangan hasil karya peserta didik.
Tidak ada alat peraga praktik yang ditumpuk di ruang kepala sekolah atau ruang lainnya hingga berdebu.
Buku-buku tidak ditumpuk di ruang kepala sekolah atau di ruang lain.
Frekuensi kunjungan peserta didik ke ruang perpustakaan sekolah untuk membaca/meminjam buku cukup tinggi.
Di setiap kelas ada pajangan hasil karya peserta didik yang baru.
Ada sarana belajar yang bervariasi.
Digunakan beragam sumber belajar.

D. PROSES BELAJAR-MENGAJAR DAN PENILAIAN

Pada taraf tertentu diterapkan pendekatan integrasi dalam kegiatan belajar antarmata pelajaran yang relevan.
Tampak ada kerja sama antarguru untuk kepentingan proses belajar mengajar.
Dalam menilai kemajuan hasil belajar guru menggunakan beragam cara sesuai dengan indikator kompetensi. Bila tuntutan indikator melakukan suatu unjuk kerja, yang dinilai adalah unjuk kerja. Bila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, yang digunakan adalah alat penilaian tertulis. Bila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan, tugas (proyek) itulah yang dinilai. Bila tuntutan indikator menghasilkan suatu produk 3 dimensi, baik proses pembuatan maupun kualitas, yang dinilai adalah proses pembuatan atau pun produk yang dihasilkan.
Tidak ada ulangan umum bersama, baik pada tataran sekolah maupun wilayah, pada tengah semester dan / atau akhir semester, karena guru bersangkutan telah mengenali kondisi peserta didik melalui diagnosis dan telah melakukan perbaikan atau pengayaan berdasarkan hasil diagnosis kondisi peserta didik.
Model rapor memberi ruang untuk mengungkapkan secara deskriptif kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik dan yang belum, sehingga dapat diketahui apa yang dibutuhkan peserta didik.
Guru melakukan penilaian ketika proses belajar-mengajar berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sekaligus sebagai alat diagnosis untuk menentukan apakah peserta didik perlu melakukan perbaikan atau pengayaan.
Menggunakan penilaian acuan kriteria, di mana pencapaian kemampuan peserta didik tidak dibandingkan dengan kemampuan peserta didik yang lain, melainkan dibandingkan dengan pencapaian kompetensi dirinya sendiri, sebelum dan sesudah belajar.
Penentuan kriteria ketuntasan belajar diserahkan kepada guru yang bersangkutan untuk mengontrol pencapaian kompetensi tertentu peserta didik. Dengan demikian, sedini mungkin guru dapat mengetahui kelemahan dan keberhasilan peserta dalam kompetensi tertentu.

Kamis, 26 Februari 2015

cerita lucu :D

Bejo : mak..... emak sakit ya???
Emak : iya jo...
Bejo : hmm...kita ke dokter yuk...
Emak : mau bayar pake apa'an....kan duit kita udah tipis jo..
Uhukk...uhukk
Bejo : kita jual si tole(kambing) aja mak..
Emak : tapi kan tuh kambing kesayangan elu....
Bejo : kan bejo lbh sayang emak...
Emak : terserah elu aja dah...
Bejo : ya udah..bejo jual ke pasar ya mak...
Emak : iye...inget ya jo...tuh kmbing bandot..lu jual jutaan...
Jangan mau kalo ditawar murah..sayang....
Bejo : iya mak..bejo juga tau...kn bejo dah capek2 ngerawat...
Kalo gitu bejo pamit ya mak...
#berangkat jual kambing

Tak lama kemudian

bejo : mak...kambing kita laku..jutaan...
Emak : alhamdulillah....
Bejo : pertamanya dia cuma nawar 500rb mak..
Ihh enak aja...kambingnya ditawar murah bnget...kagak bejo kasih...
Emak : bagus tuh jo..emang pembeli jman sekarang maunya murah mulu'...terus... Lu jawab apa wktu dia nawar gitu...
Bejo : bejo bilang...pesan emak kambingnya mesti dihargai jutaan pak...
Gitu mak...
Alhamdulillah....setelah mikir lama...
Akhirnya dia mau juga....harga jutaan..
Bejo : Memang berapa jo dia beli tuh kambing???berapa juta???
Bejo : setengah juta mak...
Hebat kan...sesuai pesan emak..jutaan...gimana???puas mak???
Emak : #*@?&@#*-+???
# semaput dadakan

Selasa, 24 Februari 2015

tips memiih sekolah yang terbaik


Dapat memenuhi kebutuhan unik atau individual anak. Sekolah yang seperti ini biasanya melakukan pembedaan cara pengajaran, misalnya memberikan tugas yang lebih sulit untuk anak yang sudah lebih advanced atau menerangkan dengan menggunakan alat bantu gambar untuk anak yang memiliki gaya belajar visual.
  1. Dapat membantu pencapaian tujuan jangka panjang orangtua untuk anak masing-masing. Artinya sekolah harus memiliki nilai-nilai yang sama dengan orangtua. Misalnya bila orangtua menginginkan anak memiliki kemandirian, apakah sekolah tersebut melakukan hal-hal yang bisa membuat anak mandiri atau selalu membantu anak dalam melakukan segala sesuatu sehingga tidak melatih kemandirian anak. Hal ini bisa dilihat pada saat kunjungan ke sekolah.  Selain berbicara dengan kepala sekolah, sempatkan untuk berbicara dengan guru, murid, atau mungkin orangtua lain yang ada di sekolah.
  2. Sekolah yang memiliki tujuan pendidikan yang sama dengan orangtua. Kembali lagi lihat visi dan misi sekolah. Apakah sekolah tersebut bertujuan menciptakan anak-anak dengan nilai tes yang bagus atau membentuk anak-anak yang memiliki kemampuan belajar (seperti kemampuan analisa, riset, penyelesaian masalah) sehingga dapat menjadi pembelajar mandiri.
Berikut adalah daftar yang dapat dilihat ketika orangtua berkeliling ke sekolah-sekolah:
  1. Pengaturan kelas. Kelas yang baik adalah apabila ada ruang yang cukup untuk anak bergerak, ruang untuk berkumpul dan bisa terjadi interaksi dengan baik antara guru-murid.
  2. Dinding. Apakah terisi dengan hasil karya siswa atau poster yang terjual di toko buku. Perhatikan juga apakah hasil karya yang ditempelkan tanpa kesalahan, atau hanya dari siswa terbaik, atau apakah semua hampir sama. Kalau ya, berarti sekolah tersebut tidak memperhatikan perbedaan kebutuhan pada masing-masing anak. Karena guru seharusnya menyiapkan beberapa tugas yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak.
  3. Wajah siswa di kelas. Perhatikan wajah siswa, apakah mereka bersemangat dan sibuk mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan. Hal ini bisa menunjukkan apakah guru memberi kegiatan yang cukup menarik untuk anak atau tidak.
  4. Cara guru berinteraksi dengan urid-muridnya. Hubungan guru-anak seharusnya hangat dan tulus, tidak bersifat mengendalikan dan memerintah.
  5. Lingkungan sekolah. Suasana sekolah yang menyenangkan dan membuat orang "betah" untuk menghabiskan waktu. Memiliki perpustakaan sekolah yang cukup lengkap. Staf dan guru yang ramah terhadap semua pengunjung dan siswa.

PUISi IBU


"IBU"
 sampai kapan-pun akan menjadi sosok yang paling kita hormati dan banggakan, karena dari ibu-lah kehidupan kita bermula. Ibu mengandung kita selama sembilan bulan, kemudian mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita dan harus kembali mempertaruhkan nywanya ketika membesarkan dan mengutamakan kebaikan untuk kehidupan kita. Ia adalah satu-satunya sosok yang mungkin rela memberikan apa saja untuk anaknya. Maka dari itu, rasanya tidak terlalu berlebihan jika kita mencurahkan seluruh tenaga kita, bukan untuk membalas semua jasanya yang tak terbalas, namun setidaknya sekedar membahagiakan dan menjadikannya wanita tersempurna sebagaimana selayaknya.
Puisi Untuk Ibu